This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2009

From Zero To Superhero

Pendahuluan

Berlebihan rasanya menyebut tahun 2008 ini sebagai “Tahun Superhero”. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah film superhero yang ditayangkan tahun ini jauh lebih banyak. Masak sikh?

Marilah kita tengok kembali perjalanan film superhero. Mulai dari yang masih hangat : Iron Man. Ceritanya tentang Tony Starks, seorang jutawan-ilmuwan yang flamboyan (putar perdana sekitar Januari 2008). Selanjutnya, belum lama masa edar Iron Man, sudah disodok oleh kehadiran Speed Racer (Mei 2008), sebuah film yang diadaptasi dari anime Jepang dengan judul yang sama. Pertengahan Juni 2008, Marvel melontarkan The Incredible Hulk, yang dibintangi Edward Norton.

Seakan tidak mau terjebak dalam perseteruan antar kubu, tiba-tiba actor Will Smith menyodorkan penonton dengan sosok superhero anyar lewat Hancock. Lalu meluncur pula Wanted yang merupakan lanjutan Batman Begins pada Juli 2008.

Superman adalah Biang Kerok Kelahiran Perfilman Superhero

Film superhero bukan sekedar film bergenre action yang tampil meriah dengan semua efek canggih. Sejak kemunculannya pertama kali, film-film superhero langsung menarik perhatian dan punya pengaruh dalam dunia perfilman. Bagaimana tidak? Gara-gara Superman rilisan tahun 1978 silam, dunia dan industry film sontak tersadar bahwa tokoh-tokoh komik dengan segala keajaibannya bias diwujudkan. Dan yang terpenting bias menghasilkan keuntungan yang besar.

Superman memang memberi angin segar buat para fans yang selama ini bermimpi bias melihat aksi jagoan-jagoan komik. Semua tidak sabar menunggu aksi dari para jagoan di layar lebar. Tentunya sambutan hangat dari fans menjadi berita bagus buat rumah produksi. Memang untuk mewujudkan angan-angan perlu dana yang tidak sedikit. Tapi ongkos besar itu akan menghasilkan panen duit dua-tiga kali lipat dari modal.

Superman 30 tahun silam memang kelihatan “cupu habis” kala ditonton sekarang. Tapi kian hari, para pekerja film terdorong untuk menciptakan teknologi yang kian hebat untuk merealisasikan kehebatan para jagoan di layar lebar. Terus dan terus, hingga hari ini saat kita masuk pada era tahun 2000-an.

Film Superhero Modern Pertama

Ibarat sebuah pergerakan, Superman yang dirilis pada tahun 1978 silam bias dikatakan sebagai tonggak pergerakan era film superhero modern. Memang sebelumnya sudah dirilis beberapa judul fil superhero, tapi film seperti Adventure of Captain Marvel yang tampil per chapter belum bias disebut sebagai film modern.

Superman garapan sutradara Richard Donner dan dibintangi oleh actor legenda Christoper Reeves adalah komik pertama yang diangkat menjadi film. Menggunakan special efek yang sangat dahsyat pada masanya.

Film artistik Pinewood, sebuah studio ternama di barat kota London, bekerja keras untuk itu.. Mereka membangun miniature set Krypton, jembatan Golden Gate dan Hoover Dam. Termasuk juga harus ngakalin bagian paling krusial : bagaimana Superman bias terbang tanpa terlihat kaku di langit kota Metropolis. Atau seperti apa kemampuan Superman akan ditampilkan.

Hasilnya? cukup maksimal dan sukses menarik massa. Buktinya dari bo6 bioskop yang memutar film ini, pihak rumah produksi meraup keuntungan tidak kurang dari tujuh juta dollar Amerika dalam seminggu. Selanjutnya Superman dijadikan patokan berbagai rumah produksi yang menggarap karakter DC dan Marvel di layar lebar.

Film Superhero Yang Lain Bermunculan

Pada tahun 1980 beredar Tokoh Superhero Flash Gordon, meskipun terkesan “culun”, tetapi nuansa masa depan dan kostumnya dibangun oleh Sutradara Mike Hodges boleh diadu dengan serial yang lainnya.

Pada tahun 1984, muncul Supergirl, adalah film spin off yang diangkat dari film seri Superman yang sukses sebagai film Series di tahun 1978 sampai 1987. Sayangnya film dengan biaya produksi 35 juta dollar ini tidak mampu menembus box office dan memperoleh banyak kritik tidak sedap. Tapi bagaimanapun, film ini setidaknya memberikan jalan dan inspirasi bagi Electra, Catwomen bahkan Walferine yang sebentar lagi akan berkarir solo pada tahun 2009.

Dari film ke Komik, adalah si Robo Cop, polisi robot ini berbeda dengan film Superhero lainnya. Robo Cop dibuat film dulu baru kemudian dibuat komiknya. Si Sersan Murphy tokoh dalam film ini sukses ditokohi oleh Peter Waller.

Batman, tahun 1989, sebagai master piece, punya sejarah yang cukup baik di layar kaca (televisi).Namun manusia kelelawar baru merambah layar lebar sebelas tahun setelah sahabatnya, Superman dirilis tahun 1978. Dahsyat, para fans langsung jatuh cinta. Film Batman masuk jajaran box office.

Di tahun 1990, muncul The Teenage Mutant Ninja Turtles. Live action ini diangkat dari serial TV yang kadung ngetop di akhir 80-an. Serial TV empat kura-kura ninja ini yang bergambar kartun ini memang menjadi pembicaraan harian orang. Tidak mengecewakan, karakter Michelangelo, Leonardo, Donatello dan Raphael disukai para fans.

Selanjutnya, pada tahun 1994 muncul Fantastic Four. Ini merupakan film Superhero kategori Grup. Tetapi karena ricuh mengenai hak ciptanya, maka pada tahun ini dirasa gagal, juga pertimbangan penggambaran empat jagoannya yang memang agak payah, meski budget anggaran yang gila-gilaan.

Tahun 1994 dengan Street Fighter, Tahun 1997 dengan Steel dan satu lagi pada tahun 1997 ada Spawn. Agak laris komentarnya.

The X-Men pada tahun 2000, muncul sebagai First Duo/Group Superhero. Tidak hanya satu jagoan yang muncul, tetapi empat sekaligus. X-Men adalah karakter yang lahir dari komik Marvel, memamng ditunggu-tunggu kehadirannya. Orang ingin melihat kisah kehidupan sekumpulan mutan di layar putih. Buktinya, pujianpun dating bertubi-tubi.

Tahun 2003, adalah pemunculan si Hulk nya Ang Lee dengan pemeran Eric Bara. Tetapi sayangnya, pemunculan ini dikategorikan kurang sukses. Tetapi pada rilisan selanjutnya The Incredible Hulk, pemeranan Liv Tyler si cewek cantik sebagai pacar Bruce si Hulk yang diperankan oleh Edward Norton lebih dapat mengatrol daripada film Hulk sebelumnya.

Selanjutnya, di tahun 2004 muncul Catwomen, dikategorikan sebagai film Superhero terburuk ketiga dan terburuk sepanjang masa. Bagaimana tidak, film ini sudah jadi kontroversi sejak awal isu kemunculannnya.

Pada tahun 2005, secara spektakuler Batman Begins muncul sebagai film Batman yang terbaik, menyabet box office dengan keuntungan kotor hampir 371 juta dollar. Tetapi tidak kalah dengan kemunculan Batman Begins, di tahun 2006 muncul Superman Returns. Sejak putus kontrak tahun 1987 banyak fans Superman yang gigit jari melihat Superhero lain yang makin rajin mondar mandir di layar lebar. Sutradara X-Men, Bryan Singer mencetak kemunculan Superman dan langsung sukses masuk box office dengan keuntungan kotor 391 juta dollar.

Tahun 2007 adalah tahun kemunculan kembali Spiderman 3, dan merupakan film terlaris dan belum pernah terkalahkan. Bahkan Iron Man yang masih terus tayang belum bias menandinginya. Baru satu pecan, keuntungan sudah mencapai 151 juta dollar. Hal ini mengobati kelesuan yang terjadi pada rilis Spiderman 2 sebelumnya yang hanya untung 88,2 juta dollar.

Film Superhero yang Lain

The Dark Knight, Dragon Ral, Street Fighter, Dragonfly, The Golden Army. Hampir semuanya diterima pasar, karena kerinduan para penggemar film Superhero untuk mengimbangi kemunculan film-film yang berkategori lainnya.

Film-Film Kategori Super robot dan Pahlawan Bertopeng dan Robot Asli Indonesia

Manusia memang tidak pernah puas. Punya pahlawan super alias Superhero dengan wujud manusia, seperti Superman dan Batman sudah jadi hal biasa. Biar tidak biasa, dibuatlah superhero dengan wujud lain. Salah satunya superhero dalam wujud robot yang bias kita sebut robot superhero.

Akhirnya film-film robot superhero bermunculan. Metropolis (tahun 1927), RoboCop (tahun 1987, 1990, 1993), Judge Dredd (1995), Terminator (1984, 1991, 2003), Iron Man (2008).

Untuk pahlawan bertopeng, simak saja Ultraman, Kamen Rider si Satria Baja Hitam, Gaban, Zyuranger.

Yang terakhir, coba simak (kalau belum pernah lihat, buruan tonton), Panji Manusia Milenium, Manusia Enam Juta Dollar, Kstria Baja Ammar, Lightening Electrical Cyborg.

Dibuat 100% oleh Handy Darmawan

Pengertian Psikologi Olahraga

Pengertian Psikologi Olahraga

  1. Apakah Psikologi Olahraga?

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.


Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.


  1. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?

Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres.


Psikologi olahraga juga diperlukan agar atlet berpikir mengenai. mengapa mereka berolahraga dan apa yang ingin mereka capai? Sekali tujuannya diketahui, latihan-latihan ketrampilan psikologis dapat menolong tercapainya tujuan tersebut.


  1. Bagaimanakah Psikologi Olahraga Dapat Membantu Atlet Agar Memiliki Mental yang Tangguh?

Mental yang tegar, sama halnya dengan teknik dan fisik, akan didapat melalui latihan yang terencana, teratur, dan sistematis. Dalam membina aspek psikis atau mental atlet, pertama-tama perlu disadari bahwa setiap atlet harus dipandang secara individual, yang satu berbeda dengan yang lainnya. Untuk membantu mengenal profil setiap atlet, dapat dilakukan pemeriksaan psikologis, yang biasa dikenal dengan "psikotes", dengan bantuan psikometri.


Profil psikologis atlet biasanya berupa gambaran kepribadian secara umum, potensi intelektual. dan fungsi daya pikimya yang dihubungkan dengan olahraga. Profil atlet pada umumnya tidak berubah banyak dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, orang sering beranggapan bahwa calon atlet berbakat dapat ditelusun semata-mata dari profil psikologisnya. Anggapan semacam ini keliru, karena gambaran psikologis seseorang tidak menjamin keberhasilan atau kegagalannya dalam prestasi olahraga, karena banyak sekali faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa aspek psikologis dapat diperbaiki melalui latihan ketrampilan psikologis (diuraikan kemudian) yang terencana dan sistematis, yang pelaksanaannya sangat tergantung dari komitmen si atlet terhadap program tersebut.



B. Aspek-aspek Psikologis yang berperan dalam Olahraga

Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.


  1. Berpikir Positif

Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental yang tangguh.


Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh, jika dalam bermain bulutangkis terlintas pikiran negatif seperti, "takut salah, takut out, takut bola pukulannya tanggung" dan sebagainya, maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam memberikan instruksi kepada atlet. Daripada mengatakan: "Kamu ini susah sekali sih diajarnya..., salah terus...! Awas, jangan berhenti sebelum bisa!", lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun maksudnya sama: "Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, tangannya, begini... langkahnya, ke sini... kena bolanya, di sini... ayo dicoba".


Sebagai pelatih, tunjukkan Anda percaya bahwa atlet Anda memiliki peluang untuk dapat berprestasi baik. Cemooh, celaan, dan kritik yang pedas yang tidak pada tempatnya, justru akan membuat atlet bereaksi negatif dan berakibat akan menurunkan motivasi yang diikuti dengan penurunan presasi.


  1. Penetapan Sasaran

Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.

Untuk menetapkan sasaran, ada tiga syarat yang perlu diingat agar sasaran itu bermanfaat, yaitu:

a. Sasaran harus menantang.

Sasaran yang ditentukan harus sedemikan rupa, sehingga atlet merasa tertantang untuk dapat mencapai sasaran tersebut.

b. Sasaran harus dapat dicapai.

Buatlah sasaran itu cukup tinggi, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Atlet harus merasa bahwa sasaran yang ditetapkan itu dapat tercapai jika ia berusaha keras. Jika sasaran terlalu tinggi, sehingga atlet merasa mustahil dapat mencapainya, maka motivasi berlatihnya akan menurun. Demikian pula, jika sasaran tersebut terlalu mudah untuk dapat dicapai, maka atlet merasa tidak perlu berlatih keras karena ia akan dapat mencapai sasaran tersebut.

c. Sasaran harus meningkat.

Mulai dari sasaran yang relatif rendah, kemudian buatlah sasaran tersebut makin lama makin tinggi, semakin sulit tercapainya jika atlet tidak berlatih keras. Dalam setiap latihanpun biasakanlah selalu ada sasaran yang harus dicapai. Dan target yang bersifat umum, lalu uraikan lagi secara lebih spesifik. Dan target untuk suatu kompetisi jangka panjang, uraikan menjadi target atau sasaran jangka pendek, sampai target untuk setiap latihan. Sasaran yang ditetapkan tersebut, hendaknya juga ditetapkan kapan harus tercapainya, dan bagaimana pula cara mengukumya atau apa ukurannya secara objektif. Sedapat mungkin, buatkan grafik pencapaian sasaran tersebut agar terlihat jelas arah dan peningkatannya.


  1. Motivasi

Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.


Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan.


Motivasi yang baik tidak mendasarkan dorongannya pada faktor ekstrinsik seperti hadiah atau penghargaan dalam bentuk materi. Akan tetapi motivasi yang baik, kuat, dan lebih lama menetap adalah faktor intrinsik yang mendasarkan pada keinginan pribadi yang lebih mengutamakan prestasi untuk mencapai kepuasan diri daripada hal-hal yang material.


Untuk mengembangkan motivasi intrinsik ini, peran pelatih dan orangtua sangat besar. Pelatih perlu melakukan pendekatan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada atlet secara positif. Ajarkan atlet untuk dapat menghargai diri sendiri, oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan bahwa ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.


  1. Emosi

Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.


Pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya, bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan sehari-hari. Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat atletnya marah, senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu juga mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya. yang tentu saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya.


Gejolak emosi dapat mengganggu keseimbangan psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang otot, dan sebagainya. Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka konsentrasi pun akan terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal. Seringkali seorang atlet mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia tidak dapat melakukan awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan dan penonton pun tidak berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut tidak akan dapat bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah disiapkan tidak dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.


Disinilah perlunya dipelajari cara-cara mengatasi ketegangan (stress mana- gement). Sebelum pelatih mencoba mengatasi ketegangan atletnya. terlebih dulu harus diketahui sumber-sumber ketegangan tersebut. Untuk mengetahuinya, diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atlet. Berikut ini dijelaskan secara terpisah mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan emosi.


  1. Kecemasan dan Ketegangan

Kecemasan biasanya berhubungan dengan perasaan takut akan kehilangan sesuatu, kegagalan, rasa salah, takut mengecewakan orang lain, dan perasaan tidak enak lainnya. Kecemasan-kecemasan tersebut membuat atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat dipastikan penampilannya tidak akan optimal. Untuk itu, telah banyak diketahui berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan yang penggunaannya tergantung dari macam kecemasannya.


Sebagai usaha untuk dapat mengatasi ketegangan dan kecemasan, khususnya dalam menghadapi pertandingan, lakukanlah beberapa teknik berikut ini :

  1. Identifikasikan dan temukan sumber utama dan permasalahan yang menimbulkan kecemasan.

  2. Lakukan latihan simulasi, yaitu latihan di bawah kondisi seperti dalam pertandingan sesungguhnya.

  3. Usahakan untuk mengingat, memikirkan dan merasakan kembali saat-saat ketika mencapai penampilan paling baik atau paling mengesankan.

  4. Lakukan latihan relaksasi progresif, yaitu melakukan peregangan alau pengendoran otot-otot tertentu secara sistematis dalam waktu tertentu.

  5. Lakukan latihan otogenik, yaitu bentuk latihan relaksasi yang secara sistematis memikirkan dan merasakan bagian-bagian tubuh sebagai hangat dan berat.

  6. Lakukan latihan pernapasan dengan bernapas melalui mulut dan hidung serta secara sadar bernapas dengan menggunakan diafragma.

  7. Dengarkan musik (untuk mengalihkan perhatian).

  8. Berbincang-bincang, berada dalam situasi sosial (untuk mengalihkan perhatian).

  9. Membuat pernyataan-pernyataan positif terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang diperlukan saat itu.

  10. Lain-lain yang dapat mengurangi ketegangan.


  1. Kepercayaan Diri

Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.


Peran pelatih dalam menumbuhkan rasa percaya diri atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk membangun kepercayaan diri adalah sikap positif. Beritahu pemain di mana letak kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap atlet dan bantu mereka untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar target dapat tercapai jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik membangun dalam melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif bahkan akan mengurangi rasa percaya diri.


Jika pemain telah bekerja keras dan bermain bagus (walaupun kalah), tunjukkan penghargaan Anda sebagai pelatih. Jika pemain mengalami kekalahan (apalagi tidak dengan bermain baik), hadapkan ia pada kenyataan objektif. Artinya, beritahukan mana yang telah dilakukannya secara benar dan mana yang salah, serta tunjukkan bagaimana seharusnya. Menemui pemain yang baru saja mengalami kekalahan harus dilakukan sesegera mungkin dibandingkan dengan menemui pemain yang baru saja mencetak kemenangan.


  1. Komunikasi

Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.


Untuk menghindari terjadinya hambatan komunikasi, pelatih perlu menyesuaikan teknik-teknik komunikasi dengan para atlet seraya memperhatikan asas individual. Keterbukaan pelatih dalam hal pogram latihan akan membantu terjalinnya komunikasi yang baik, asalkan dilakukan secara objektif dan konsekuen. Atlet perlu diberi pengertian tentang tujuan program latihan dan fungsinya bagi tiap-tiap individu.


Sebelum program latihan dijalankan, perlu dijelaskan dan dibuat peraturan mengenai tata tertib latihan dan aturan main lainnya termasuk sanksi yang clikenakan jika terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang telah dibuat tersebut. Jadi, hindarilah untuk memberlakukan suatu sanksi yang belum pernah diberitahukan sebelumnya. Misalnya, seorang atlet minum Coca Cola dalam latihan, lalu dihukum oleh pelatih. Atlet tersebut bingung dan bertanya-tanya mengapa ia dihukum karena ia tidak pernah dijelaskan sebelumnya oleh pelatih bahwa dalam latihan dilarang minum minuman bersoda.


Demikian pula dalam hal pelaksanaanya. Peraturan yang sudah dibuat, haruslah dijalankan secara konsekuen. Artinya, jika seorang atlet dihukum karena melanggar peraturan tertentu, maka jika ada atlet lain yang melanggar peraturan yang sama ia pun harus mendapat hukuman yang sama. Demikian pula jika atlet yang sama melakukannya lagi di kemudian hari.


Pelatih pun perlu bersikap objektif dan berpikir positif. Bersikap objektif maksudnya adalah bersikap sesuai dengan kenyataan atau fakta apa adanya tanpa menyangkutpautkan dengan hal lain. Jika pelatih marah terhadap atlet karena misalnya si atlet datang terlambat dalam latihan, maka hukumlah atlet itu hanya atas keterlambatannya, jangan dihubungkan dengan hal-hal lain (ingat, hukuman tersebut harus sudah tertera dalam tata tertib latihan).


  1. Konsentrasi

Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tententu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.


Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan, tendangan & tembakan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi.


  1. Evaluasi Diri

Evaluasi diri dimaksudkan sebagai usaha atlet untuk mengenali keadaan yang terjadi pada dirinya sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar atlet dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya pada saat yang lalu maupun saat ini. Dengan bekal pengetahuan akan keadaan dirinya ini maka pemain dapat memasang target latihan maupun target pertandingan dan cara mengukurnya. Kegunaan lainnya adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukannya, sehingga memungkinkan untuk mengulangi penampilan terbaik dan mencegah terulangnya penampilan buruk.


Oleh karena itu, pelatih perlu menginstruksikan atletnya untuk memiliki buku catatan harian mengenai latihan dan pertandingan. Minta pemain untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan diri sendiri, baik dalam segi fisik, teknik, maupun mental. Kemudian koreksilah jika menurut Anda sebagai pelatih ada hal-hal yang tidak sesuai atau ada yang kurang.


Biasakan agar atlet mengisi buku tersebut secara teratur. Ajak atlet untuk menuliskan di dalam bukunya hal-hal yang intinya sebagai berikut:

    • Target jangka panjang, menengah, dan jangka pendek dalam latihan dan pertandingan.

    • Sesuatu yang dilakukan dan dipikirkan sebelum latihan atau pertandingan.

    • Suatu gerakan atau penampilan mengesankan.

    • Catatan mengenai kelemahan dan kelebihan lawan yang akan dihadapi dan strategi menghadapinya.

    • Hasil dan jalannya pertandingan.

    • Hal yang mengganggu emosi atau membuat penampilan jadi buruk.

    • Penghargaan yang didapat atas suatu keberhasilan.


Pastikan bahwa buku tersebut diisi secara teratur oleh setiap atlet. Namun perlu diingat bahwa pelatih jangan terlalu memaksa untuk membaca buku harian atlet. Biarkan itu menjadi bagian dan rahasia pribadi mereka. Yang perlu dipantau oleh pelatih adalah bahwa atlet mempunyai bahan bagi dirinya sendiri untuk melakukan evaluasi.


C. Persiapan Pertandingan

Setelah atlet dilatih baik fisik, teknik, strategi, maupun mentalnya dengan program latihan yang tepat, maka untuk menguji hasil latihannya adalah dengan lterjun ke dalam pertandingan. Tentunya diharapkan bahwa setiap pemain akan dapat menampilkan seluruh kemampuannya yang didapat dan latihan. Namun acapkali pemain tampil di bawah form, artinya ia tidak dapat menampilkan seluruh kemampuan yang dimilikinya pada saat pertandingan.


Untuk mengatasi hal seperti di atas, perlu diciptakan situasi yang mendukung yang tercapainya prestasi optimal dan dilakukan perwapan mental untuk menghadapi suatu pertandingan agar si atlet dapat menampilkan seluruh kemampuannya, sehingga tercapailah prestasi puncak.

Ada empat tahap penting dalam persiapan menuju pertandingan, yaitu “

(1). Sebelum hari pertandingan
(2). Pada hari pertandingan
(3). Saat pertandingan
(4). Setelah hari pertandingan.


Berikut uraiannya dalam contoh persiapan pertandingan bulutangkis:

  1. Sebelum Hari Pertandingan

  1. Kumpulkan data mengenai kekuatan dan kelemahan lawan. Jika memungkin- kan, putarlah rekaman pertandingannya. Kemudian susunlah strategi untuk menghadapinya. Untuk pemain ganda, diskusikan strategi tersebut dengan pasangannya.

  2. Pantau kemajuan atlet, baik fisik maupun mentalnya dengan memperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya, bagaimana irama, timing, power, dan kelancaran menjalankan ketrampilannya serta sikapnya terhadap latihan secara umum.

  3. Pantau tingkat kecemasan atlet dengan melihat ekspresi wajahnya apakah cerah atau murung: apakah sinar matanya letih atau segar dan awas. Juga perhatikan suasana hatinya, bagaimana kualitas tidur dan makannya, apakah ia mengalami faktor-faktor psikosomatis seperti sakit perut, nyeri otot, sesak nafas, demam, batuk, keringat dingin, dan sebagainya.

  4. Pada saat tidak latihan, pastikan bahwa atlet tidak "hidup dan berpikir" mengenai pertandingannya 24 jam sehan. Berikan aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya yang dapat memberikan suasana gembira, sehingga ia bisa mengalihkan pikirannya sejenak dari pertandingan.

  5. Satu hari menjelang pertandingan, biasanya cukup latihan ringan saja dan tidak perlu berada di lapangan terlalu lama. Pada malam hari sebelum bertanding, tidurlah pada saat yang tepat, tidak perlu tidur terlalu cepat. Sebelum tidur, lakukan latihan relaksasi dan visualisasi. Jika pertandingan besok dilakukan pagi atau siang hari, siapkan alat-alat perperlengkapan pertandingan, termasuk baju ganti dan perlengkapan cadangan malam ini juga agar esok tidak terburu-buru. Pastikan semua dalam keadaan baik.


  1. Pada Hari Pertandingan

  1. Bangun tidur pada saat yang tepat, malamnya harus tidur cukup dan tidak berlebihan. Kemudian lakukan aktivitas rutin kebiasaan sehari-hari, seperti sembahyang, berdoa, stretching, sarapan (perhatikan kapan harus makan dan apa yang harus dimakan), latihan relaksasi dan visualisasi, memeriksa kembali perlengkapan pertandingan termasuk cadangannya. Mulailah hari ini dengan gembira, optimis, dan berpikir positif.

  2. Berangkatlah ke tempat pertandingan pada saat yang tepat. Perhitungkan jarak ke tempat pertandingan, bagaimana mencapainya, kemacetannya dan sebagainya. Tidak perlu berangkat terlalu cepat, namun jangan sampai terlambat, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat, penyesuaian dan pemanasan.

  3. Di tempat pertandingan pelatih perlu mengenali atlet mana yang berada didekat teman-temannya dan mana yang lebih suka menyendiri. Pastikan di lapangan mana atlet yang akan bertanding, jangan lupa melapor panitia. Untuk pertandingan pertama, pastikan atlet sudah hapal dimana letak ruang ganti, WC, ruang kesehatan, tes doping, tempat ganti senar, dan sebagainya.

  4. Sambil melakukan pemanasan, atlet hendaknya meningkatkan level `semangat' dlan tetap berpikir positif. Pelatih dapat mengingatkan strategi yang akan diterapkan secara sekilas. Lakukan stroke dengan penuh konsentrasi yang kemudian dapat dilanjutkan dengan'visualisasi clan relaksasi.


  1. Saat Bertanding

Saat bertanding tiba, bukan waktunya lagi untuk memikirkan teknik memukul atau bagaimana harus melangkah. Itu semua sudah dilatih dalam latihan dan sudah dihayati dalam visualisasi. Sekarang saatnya tinggal mengulang-ulang kejadian yang sudah divisualisasikan dan melakukannya sesuai dengan situasi saat ini. Sekarang adalah saatnya melakukan konsentrasi penuh hanya pada bola dan jalannya pertandingan.


Anjurkan atlet untuk:

  1. Memantau clan menyesuaikan tingkat kecemasan, lakukan relaksasi.

  2. Pusatkan perhatian semata-mata hanya terhadap permainan yang sedang dijalani. Kesalahan yang baru atau pernah terjadi, clan yang mungkin terjadi jangan dihiraukan.

  3. Berpikir positif dan optimis, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif.

  4. Jangan terlalu banyak menganalisa.

  5. Bermainlah dengan irama sendiri, jangan terbawa irama lawan.

  6. Menjalankan strategi yang telah disiapkan. Jangan diubah jika strategi itu berjalan. Lakukan evaluasi singkat, jika strategi tidak jalan, lakukan penyesuaian dengan alternatif strategi yang sudah dipersiapkan.

  7. Hindari hal-hal negatif seperti, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, berbicara terhadap diri sendiri berlebihan, berpikir negatif, meragukan kemampuan clan menyerah sebelum pertandingan selesai.

  8. Jika bermain bagus, jangan bertanya mengapa clan mengganti apapun; biarkan berjalan demikian. Jangan mengendor jika sedang leading (memimpin pertandingan), clan tidak perlu kasihan jika lawan mendapat angka nol.


4. Setelah Hari Pertandingan

  1. Mintalah atlet mencatat hal-hal posisitf maupun negatif yang dirasa berpengaruh terhadap penampilannya dalam pertandingan tadi. Bukan hanya yang bersifat teknik, taktik, clan strategi, tetapi juga yang bersifat mental, bahkan hal-hal kecil lainnya. Catat hasil tersebut dalam buku evaluasi si atlet.

  2. Evaluasi penampilan dalam pertandingan tadi. Apakah mencapai sasaran?

  3. Putuskan apakah perlu diadakan penyesuaian terhadap program latihan.

  4. Pusatkan perhatian terhadap aspek-aspek positif dari penampilan dalam pertandingan.



D. Pelatih Sebagai Pembina Mental Atlit

Pelatih dalam olahraga dapat mempunyai fungsi sebagai pembuat atau pelaksana program latihan, sebagai motivator, konselor, evaluator dan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan kepelatihan tersebut. Sebagai manusia biasa, pelatih sama halnya dengan atlet, mempunyai kepribadian yang unik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu tidak ada pelatih yang murni ideal atau sempura.


Dalam mengisi peran sebagai pelatih, seseorang harus melibatkan diri secara total dengan atlet asuhannya. Artinya, seorang pelatih bukan hanya melulu mengurusi masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan olahraganya saja, tetapi pelatih juga harus dapat berperan sebagai teman, guru. orangtua, konselor, bahkan psikolog bagi atlet asuhannya. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa atlet sebagai seorang yang ingin mengembangkan prestasi, akan mempunyai kepercayaan penuh terhadap pelatihnya.


Keterlibatan yang mendalam antara pelatih dengan atlet asuhannya harus dilandasi oleh adanya empati dan pelatih terhadap atletnya tersebut.Empati ini merupakan kemampuan pelatih untuk dapat menghayati perasaan atau keadaan atletnya, yang berarti pelatih dapat mengerti atletnya secara total tanpa ia sendiri kehilangan identitas pnbadinya. Untuk mengerti keadaan atlet dapat diperoleh dengan mengetahui atau mengenal hal-hal penting yang ada pada atlet yang bersangkutan. Pengetahuan sekadarnya saia tidak cukup bagi pelatih untuk mengetahui keadaan psikologi atletnya. Dasar dan sikap mau memahami keadaan psikologi atletnya adalah pengertian pelatih bahwa setiap orang memiliki sifat-sifat khusus yang memerlukan penanganan khusus pula dalam hubungan dengan pengembangan potensinya.


Kepribadian seorang pelatih dapat pula membentuk kepribadian atlet yang menjadi asuhannya. Hal terpenting yang harus ditanamkan pelatih kepada atletnya adalah bahwa atlet percaya pada pelatih bahwa apa yang diprogramkan dan dilakukan oleh pelatih adalah untuk kebaikan dan kemajuan si atlet itu sendiri. Untuk bisa mendapatkan kepercayaan tersebut dari atlet, pelatih tidak cukup hanya memintanya, tetapi harus membuktikannya melalui ucapan, perbuatan, dan ketulusan hati. Sekali atlet mempercayai pelatih maka seberat apapun program yang dibuat pelatih akan dijalankan oleh si atlet dengan sungguh-sungguh.


Dibuat oleh Rudi Nirwantono / 36

A ke Z tentang Pisang

    1. Banana

    1. Description

    Tanaman pisang dengan buahnya yang lezat dan manis rasanya. bukan merupakan hal yang baru karena telah dikenal banyak orang sejak dahulu kala. Di beberapa tempat di Indonesia, beberapa hari sejak dilahirakan seorang bayi sudah berkenalan dengan buah pisang sebagai makanan tambahan dalam menunya. Setelah mulai dapat berjalan sudah dapat dipastikan akan berkenalan dengan tanaman pisang di sekitar pekarangannya.


    Tanaman Pisang merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama karena pisang memerlukan banyak sinar matahari untuk mendukung pemaksimalan pertumbuhannya. Tanaman yang termasuk Genus Musa dan dari Famili Musaceae ini banyak dikebunkan di berbagai tempat karena mudah tumbuh dimanapun walaupun tanpa perawatan. Tanaman ini juga mudah sekali menghasilkan buah yang disukai oleh banyak orang.


    Dalam sejarah mengatakan bahwa tanaman pisang mendapat nama latinnya pada tahun 63-14 sebelum masehi. Ia bernama Musa Paradisiaca. Nama Musa diambil dari nama seorang dokter dari Kekaisaran Romawi Octavius Augustus, yang bernama Antonius Musa. Di zamannya dokter A. Musa ini banyak berjasa dalam menganjurkan memakan pisang kepada Kaisarnya dami kesehatan beliau. Jadi untuk menghormatinya, namanya digunakan sebagai nama genus dari pisang.


    Sebenarnya banyak species dari tanaman pisang. Mulai dari penghasil buah yang enak dimakan, tanaman hias, sampai dengan penghasil obat tradisional. Jadi pisang tak hanya sebagai penghasil buah pencuci mulut, tetapi memiliki banyak manfaat dan potensi yang tidak kecil. Beberapa dari species pisang dapat dilihat pada gambar.


    1. General Carateristic of Banana

    Daun

    Daun Pisang yang dewasa berbentuk lonjong dan bertulang daun menyirip sedangkan daun mudanya menggulung. Perlekatan daun pada batang membentuk roset batang. Helai daunnya lebih panjang dari tangkai daunnya. Keunikan dari daun pisang adalah pelepah daun yang membesar dan mengumpul berselang seling membentuk suatu struktur seperti batang yang disebut psudo stem. Di bawah permukaan daun mengkilap karena dilapisi lapisan kutikula untuk mencegah penguapan berlebih, sedangkan permukaan bawahnya dilapisi oleh suatu lapisan lilin tebal yang berfungsi menahan air agar tidak membasahi daun.

    Kebanyakan daun pisang berwarna hijau tua untuk daun yang dewasa dan hijau muda untuk daun yang masih muda. Kecuali untuk beberapa species, terdapat bercak merah atau ungu pada lembaran daunnya atau pada ibu tulang daun.


    Batang

    Batang pisang yang biasa kita lihat sebenarnya adalah batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang membesar di pangkalnya dan mengumpul membentuk struktur berselang-seling yang terlihat kompak sehingga tampak sebagai batang. Sebutan untuk batang palsu tersebut adalah pseudo stem. Batang pisang yang sebenarnya terdapat di dalam tanah dan kadang-kadang muncul di permukaan tanah sebagai bentukkan seperti umbi. Dari umbi batang inilah tumbuh akar dan tunas-tunas.


    Akar

    Akar pohon pisang merupakan akar serabut yang berpangkal dari umbi batang yang sebagian letaknya berada di bawah tanah. Dengan diameter sekitar 0,5-1 cm dan berbentuk silinder menyebabkan akar-akar ini terlihat besar-besar dan tampak seperti cacing. Rata-rata panjangnya adalah 4-5 meter untuk yang menjalar ke samping dan hanya 75-150 cm untuk yang tumbuh ke dalam tanah. Akar ini keluar dari batang dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 3-4 akar.

    Leaves, Stem & Roots ~ Members of this Family are not woody plants. They are herbaceous plants, with thick pseudostems formed from the leaf sheaths. The leaves are very large, sheathing the stem, and arranged spirally. There is a thick oval midrib, with veins running from the midrib to the leaf margin. The leaves are entire at first, but torn by the wind. The genus Musa produces new plants from rhizomatous roots and is perennial, while plants in the genus Ensete are unbranched and monocarpic.


    Bunga dan Buah

    Bunga Pisang merupakan bunga majemuk. Bunga majemuk yang baru keluar dari batang masih bersatu membentuk struktur seperti jantung yang ukurannya tergantung dari speciesnya. Setelah beberapa hari brahkteola-brahteolanya mulai terbuka dan menampakkan bunga yang sebenarnya. Bunga-bunga tersebut sekilas tampak seperti udang yang berwarna kuning keputih-putihan dengan panjang 4-7cm dan lebar 1-2 cm. Masing-masing bunga tersebut memiliki satu sepal, satu petal, satu putik dengan banyak ovarium, dan 4 buah benang sari dengan tangkai sari sepanjang 3-4 cm. Setiap bunga tersebut menghasilkan satu buah, dan karena terdapat banyak bunga maka satu tandan bunga dapat menghasilkan 77-250 buah yang dibagi dalam 6-14 sisir

    Flowers ~ The flowers are surrounded by bracts and are terminal, produced from the growing points of the basal corms. The flowers are irregular and unisexual, the female flowers in clusters ('hands'), while the male flowers are on the end of the flower spike of the same plant. There are two whorls of three petal-like segments, and five stamens. Pollination is often by bats or lizards.


    Seeds ~ The ovary is inferior (underneath the flower), and the fruit is a fleshy berry with many stony seeds, although the edible Banana is a hybrid and does not produce seeds.


    1. Reproduction

    Beberapa pisang menghasilkan biji, tetapi kebanyakan jenisnya menghasilkan biji yang steril sehingga tidak dapat menumbuhkan tanaman baru. Hanya beberapa jenis pisang saja yang menghasilkan biji yang fertil contohnya ??????. Penyebabnya adalah pemuliaan tanaman melalui berbagai cara termasuk rekayasa genetika untuk menghasilkan pisang tanpa biji yang lebih digemari oleh banyak orang. Tetapi seperti yang telah diketahui, hal itu menyebabkan pisang tidak mampu berkembang biak melalui cara generatif sehingga keanekaragaman genetiknya menjadi berkurang.


    Reproduksi pisang terutama dilakukan dengan tunas vegetatif. Tunas vegetatif tersebut tumbuh dari umbi batang yang terdapat di dalam tanah. Anak yang baru keluar nampak seperti tanduk kerbau yang kecil. Dalam pertumbuhannya tunas vegetatif ini dibagi menjadi dua jenis. Pertama adalah tunas yang kecepatan tumbuhnya sedang, terus meruncing ke atas hingga lebih dari satu meter dan berdaun sempit sehingga nampak seperti tombak. Yang kedua adalah tunas yang tumbuhnya relatif cepat, berdaun lebar-lebar sehingga tampak seperti panyung. Induk dan anak-anak yang tumbuh ini membentuk suatu kelompok yang disebut rumpun.



    1. Geographic Distribution

    Pisang berasal dari daerah Indo-Malesia ( Asia Tenggara) dan tempat tersebut juga merupakan pusat keanekaragamannya. Indonesia merupakan salah satu pusat utamanya. Diduga Musa acuminata yang berbiji merupakan bentuk diploid pisang yang asli tumbuh di daerah tersebut dan merupakan tetua dari kebanyakan pisang yang dimakan. Dari Asia Tenggara pisang menyebar ke arah tropika dan akhirnya ke daerah subtropika di Asia, Amerika, Afrika dan Australia berkat jasa para pedagang jaman dahulu.


    1. Habitat

    Tanaman pisang banyak terdapat di daerah tropic karena menyukai iklim panas dan memerlukan matahari penuh untuk pemaksimalan pertumbuhannya. Karena itulah di Indonesia tumbuh subur tanaman ini. Tetapi temperatur merupakan faktor utama dalam perkembangan kehidupannya. Di pusat produksinya, temperatur di bawah 15°C akan mengurangi hasilnya, temperatur optimum untuk pertumbuhan adalah pada suhu 27°C - 38°C.Tanaman ini dapat tumbuh di tanah yang cukup air pada daerah dengan ketinggian sampai 2.000 m dpl.


    Untuk hasil yang optimum diperlukan curah hujan 200—220 mm dan kelembaban tanah berkisar antara 60—70%. Selain itu pisang juga toleran pada keasaman pH 4.5 - 7.5.Tanaman pisang juga tahan terhadap kekeringan ringan, karena batang semunya yang banyak mengandung air. Akarnya yang panjang juga berguna dalam hal tersebut.


    Tanah yang disukai tanaman pisang adalah yang mengandung kapur (CaCO3) dan juga banyak mengandung unsure Kalium (K). Walaupun begitu, sebenarnya tanaman pisang dapat tumbuh di mana saja karena sifatnya yang mudah beradaptasi.


    1. Hama

    Sepeti tanaman-tanaman lainnya, pisang juga mempunyai hama yang dapat merusak daun,bunga, akar, maupun batang. Bila dibiarkan hama ini dapat menyebabkan kematian pohon pisang itu sendiri.


    Larva Erionota thrax L. (Ulat Penggulung Daun Pisang)

    Klasifikasi

    Kingdom : Animalia

    Filum : Arthropoda

    Kelas : Insecta

    Ordo : Lepidoptera

    Famili : Hesperiidae


    Serangan meluas di seluruh Asia Tenggara. Daun yang diserang ulat biasanya digulung karena ulat yang masih muda memotong tepi daun secara miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil sehingga menyerupai tabung dan apabila dibuka akan ditemukan ulat di dalamnya.. Di dalam gulungan tersebut ulat akan memakan daun. Apabila daun dalam gulungan tersebut sudah habis, maka ulat akan pindah ke tempat lain dan membuat gulungan yang lebih besar. Apabila terjadi serangan berat, daun bisa habis dan tinggal pelepah daun yang penuh dengan gulungan daun.

    Kupu-kupu mengisap madu bunga pisang dan melakukan kopulasi sambil berterbangan pada waktu sore dan pagi hari serta bertelur pada malam hari. Telur diletakkan berkelompok sebanyak ± 25 butir pada daun pisang yang masih utuh. Ulat yang masih muda warnanya sedikit kehijauan, tubuhnya tidak dilapisi lilin. Sedangkan ulat yang lebih besar berwarna putih kekuningan dan tubuhnya dilapisi lilin. Pupa berada di dalam gulungan daun, berwarna kehijauan dan dilapisi lilin. Panjang pupa lebih kurang 6 cm dan mempunyai belalai (probosis). Siklus hidup hidupnya berkisar antara 5 – 6 minggu.


    Larva Nacoleia octasema

    Klasifikasi : Kingdom : Animalia

    Filum : Arthropoda

    Kelas : Insecta

    Ordo : Lepidoptera

    Famili : Pyralidae


    Larva memakan bunga dan buah muda. Serangan tersebut menyebabkan terjadinya gejala kudis pada kulit buah dan dapat menyebabkan gagal panen atau setidaknya kualitas hasil panen menurun.

    Ngengat keluar pada pagi hari dan pada siang hari bersembunyi.Lama hidup ngengat 4 hari. Telur diletakkan dalam tandan perbungaan. Telur yang dihasilkan 15 butir dan menetas setelah 23 - 30 hari.

    Larva hidup secara berkelompok dalam perbungaan dan buah. Larva berwarna merah dengan becak-becak hitam. Dalam satu sisir pisang dapat ditemukan sebanyak 70 larva. Pupa terbungkus dalam kokon yang berdinding tipis, berada di bawah pelepah daun tertua dekat batang.


    The moth is small (25 mm wingspan) tan to light brown with small black spots on the wings. The flattened eggs are laid in clusters ranging from a few to 30 eggs. The eggs resemble shiny overlapping fish scales. The yellow to orange larvae grow to about 25 mm before pupating. Eggs are laid on or near to emerging bunch and hatch after about 4 days. The young larvae move under the tightly closed bracts where they feed on the young fruit. Larval development consists of five instars and is completed in an average of 14 days. As the bracts and hands progressively lift from the bunch stalk during bunch development, larvae move progressively to the next closed distal hand. Development is usually completed under the bracts which remain attached to the distal male flower bud or ' bell' . The pupal period last 8-10 days and is completed on the bunch or in trash or in old leaf axils on the pseudostem.

    The complete life cycle egg to egg is completed in 28 days under hot wet conditions in tropical north Queensland. Adults are short-lived (4-5 days) and have crepuscular habits. Mating and egg laying takes place in the early evening. Adult moths hide in trash and under old leaf axils during the day.

    Larval feeding causes superficial scarring on the young fruit. Damaged areas form a black callous, rendering the fruit unmarketable. Feeding is generally confined to the curve of the fruit adjacent to the bunch stalk and between the fingers. Damage ceases after the hand lifts. Mature larvae can be found under the bracts enclosing the male flower or 'bell'. It is most active during the hot wet summer months but sudden outbreaks can occur throughout the year in some localities. Damage occurs progressively as the hands lift and increases in severity towards the lower hands.



    Cosmopoliter sordidus (Penggerek Bonggol Pisang)

    Kingdom : Animalia

    Phylum : Arthropoda

    Class : Insecta

    Order : Coleoptera

    Family : Curculionidae


    Species kumbang ini terdapat di daerah tropis. darah yang diserang pada umumnya adalah daerah pengunungan. Di dataran rendah yang tanahnya mengandung lempung relative tidak terdapat. Serangga dewasa (kumbang) berwarna hitam, aktif pada malam hari dan bersembunyi di dalam dan di sekitar bonggol pisang atau di antara pelepah batang semu pisang


    Serangga dewasa berukuran 12 mm dan dapat hidup 1–3 tahun, akan tetapi produksi telur relatif sedikit yaitu 1–3 butir per minggu. Sedangkan panjang larva bisa mencapai 14 mm, stadia larva berlangsung 14–21 hari. Pupa berwarna putih dengan panjang 12 mm, masa pupa berlangsung di dalam lubang gerekan berkisar 5–7 hari. Siklus hidupnya selama 1–2 bulan dari telur sampai dewasa.


    Kebanyakan telur diletakkan pada tanaman pisang terutama dekat pelepah dan dasar batang semu kira-kira 5 cm di bawah permukaan tanah. Stadia telur berlangsung kira-kira satu minggu, larva masuk ke dalam bonggol pisang dengan cara membuat terowongan menuju bonggol pisang. Terowongan yang dibuat oleh larva merupakan tempat unuk masuknya patogen lain seperti Fusarium, sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan busuknya jaringan bonggol pisang. Pada serangan berat, bonggol pisang dipenuhi lubang gerekan yang kemudian menghitam dan membusuk. Biasanya larva kumbang ini menyerang hingga puluhan ekor yang dapat membuat pohon ini merana dan akhirnya tumbang.

    Kerusakan yang diakibatkan oleh hama ini menyebabkan tanaman muda mati, lemahnya sistem perakaran, transportasi zat makanan terhambat, daun menguning dan ukuran tandan berkurang sehingga produksi menurun.



    Rotylenchus similis

    Kingdom : Animalia

    Phylum : Nematoda


    Nematoda ini sangat pendek ukurannya. Nematoda dewasa hanya 0,7 cm panjangnya.

    Nematoda ini menyerang akar. Ia membentuk rongga-ronga di dalam akar, yang jika dibiarkan serangan ini dilanjutkan oleh inveksi oleh bakteri Pseudomonas Solaracearummaupun jamur yang menyebabkan akar yang diserang menjadi busuk.


    Odoiporus longicolis Oliv (Penggerek Batang Pisang)

    Kingdom : Animalia

    Phylum : Arthropoda

    Class : Insecta

    Order : Coleoptera

    Family : Curculionidae


    Morfologi Odoiporus longicolis mudah dikenal karena moncongnya yang panjang (snout). Bentuk prothoraxnya agak pipih berukuran 16 mm. Telur diletakkan pada pelepah pisang kemudian bila telur telah menetas, larva akan menggerek batang pisang bagian atas. Pupa akan membentuk cocon pada batang tanaman. Serangga dewasa dapat terbang secara aktif pada siang hari dan tertarik pada sisa batang tanaman yang telah dipanen.

    Kerusakan akibat hama ini ditandai oleh adanya lubang-lubang disepanjang batang semu. Pada serangan berat, batang semu menjadi terbelah dan mengeluarkan lendir (blendok). Akibatnya batang semu menjadi patah dan akhirnya tanaman mati. Hama tersebut dapat dijumpai di seluruh Asia Tenggara.






    Klasifikasi

    Kingdom

    : Plantae (tumbuhan)

    Subkingdom

    : Tracheobionta (berpembuluh)

    Superdivisio

    : Spermatophyta (menghasilkan biji)

    Divisio

    : Magnoliophyta (berbunga)

    Kelas

    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

    Sub-kelas

    : Commelinidae

    Ordo

    : Zingiberales

    Familia

    : Musaceae (suku pisang-pisangan)

















Minggu, 22 November 2009

Mengapa kita dilarang berkata jelek? (IPTEK)

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan lomba blog SMAN 1 purwokerto

Sebuah penelitian menyebutkan... bahwa molekul-molekul dalam air yang sebelum diminum diberi perkataan jelek dan perkataan baik itu berbeda. Wow? apa iya?

Dikatakan bahwa air yang diberi kata-kata jelek akan terpecah-pecah susunan molekulnya dan menjadi air yang kurang baik apabila dikonsumsi...

Namun bila air itu diberi perkataan yang baik... maka air itu akan merespon dengan merubah molekul-molekulnya menjadi segi 6 (Heksagonal)... dan air bermolekul segi enam ini merupakan air yang baik dikonsumsi... kita dapat menemui air ini contohnya ialah air zam-zam... yang setiap harinya tiada satu detikpun orang lupa mengucapkan hal-hal yang baik disekitar sumurnya...

Padahal kita sendiri, manusia 90% terdiri dari air... apabila kita sering mendengar atau berbicara yang jelek, maka molekul2 air dalam tubuh kita akan menjadi jelek pula.

Subhanalloh, ternyata dari 1.400 tahun lalu Nabi Muhammad telah mengingatkan kita semua... "Maka berkatalah yang baik atau diam". Tapi bagaimana dengan molekul-molekul selain air? Wallohua'lamu bisshowaf.

Kamis, 12 November 2009

TRANSFORMER

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan lomba kreasi blog SMAN 1 Purwokerto

Wow-wow-wow..! Do you think this is the third movie of Transformer? Well you’re right in another question! This isn’t about the autobots and decepticons, but this is about a tool in our life that most of us in Indonesia call it “Trafo”. But the word “Transformer” here have a close meaning to the “Transformer” from the movie too..! A tools to change voltage of AC (Alternating Current) without losing much power. The change is the same but not the same thing, you know? Trafo divided into 3 parts. There are main magnetic iron, the primary bound, and the secondary bound.

How do transformator work? The alternating current (AC) on the primary bound will makes an alternating magnetic flux on the main magnetic iron. Then because of the alternating magnetic flux, Induction voltage will appear on the secondary bound. So, Secondary Current ( Is ) will stream in the secondary bound.

Then how to calculate the voltage in transformator? We have a function of transformator, that is:





An amazing tool, isn’t it? Huh? No? Maybe you don’t know the variety of the transformator. There are two kinds of transformator. The Step Up and the Step Down. The Step Up, like its name, its function is to ascend the alternating voltage. And the step down used to descend the alternating voltage. Imagine if there aren’t step up and step down transformer... A big factory with just 220 volt because there aren’t step up trafo, or all of our electronic wares will be automatically broken because of the thousands voltage enter our house because there aren’t step down trafo.

Now, we know the hidden hero in our life in this electrical era. They are already here... but most of us didn’t realize it... They are... Transformer...

Written by
M. Ibnu Fadhl Bagus Basuki

Agenda Godzilla

Belajar....

Belajar....!

Belajar...!!